Inspire people to succeed
Film Indonesia apa yang saya tonton 2 kali di bioskop?
Film Indonesia apa yang saya koleksi lengkap soundtracknya?
Film Indonesia apa yang saya promosikan kepada hampir setiap teman/rekan yang saya jumpai?
Sampai dengan hari ini, hanya ada 1 jawaban dari pertanyaan diatas. Film Laskar Pelangi. Dan 2 kata yang mewakili kesan saya tentang film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata itu : luar biasa!
Film yang dirilis tanggal 25 September 2008 karya sutradara Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana ini saya tonton yang kedua kalinya, kemarin. Di jam tayang 19.30 di sebuah Studio 21, gedung bioskop penuh, tanpa ada satupun sisa kursi. Wow! Padahal film ini sudah diputar hampir 1 bulan sejak tayang perdana. Dan ternyata, orang yang duduk di sebelah saya juga sedang menonton film ini untuk yang kedua kalinya. Persis dengan saya.
Apa ya yang menarik dari film ini? Selain penokohan dan setting yang sedemikian apik, film yang menampilkan 12 bocah asli Belitong ini memang sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Banyak yang terinspirasi dan termotivasi dari film ini. Tidak salah sih, karena film dengan tokoh utama Ikal, Lintang dan Mahar ini memang film yang inspiratif. Perjuangan dan semangat juang yang ditunjukkan oleh Ibu Muslimah dan Pak Harfan juga benar-benar membawa semangat yang bisa dicontoh.
Apa saja ya nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari film yang diklaim sebagai film yang inspiratif sepanjang tahun ini? Saya mencoba melihat warna-warni pelangi nilai-nilai yang ada di film Laskar Pelangi ini.
1. Menjadi seorang pemimpin: tugas yang mulia sekaligus amanah
Ketika Kucai yang adalah ketua kelas dari ke 9 murid lainnya terlibat dalam pertengkaran sengit dan tidak bisa mengendalikan perselisihan yang terjadi diantara teman-temannya, dia mulai menyerah. Dia hendak berhenti menjadi ketua kelas. Ibu Muslimah dengan bijak menasihatinya dengan mengatakan: “Menjadi seorang pemimpin adalah tugas yang mulia”. Dilengkapi dengan nasihat religius dari Sahara : “Alquran mengatakan bahwa kepemimpinan itu akan dipertanggungjawaban kelak di akhirat”. Dan Kucai pun akhirnya tetap menjadi ketua kelas.
2. Arti pendidikan yang sesungguhnya: pendidikan nilai-nilai dan hati
Pak Zulkarnaen mencoba mengingatkan Pak Harfan sang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, Gantong, terhadap kondisi sekolah Islam satu-satunya di Belitong yang sedemikian kritis. Oleh Pak Harfan dia memiliki arti tersendiri dari keberadaan sekolah yang sebenarnya. Bagi Pak Harfan, sekolah sebenarnya adalah dimana pendidikan agama dan pendidikan budi pekerti bukan sekedar pelengkap kurikulum. Kecerdasan sejati dilihat bukan dilihat dari angka-angka (nilai ujian, nilai tes), tetapi dari hati.
3. Kepercayaan menumbuhkan semangat dan semangat membuat seseorang bisa bertahan
Apa yang membuat Bu Mus (Ibu Muslimah) memiliki semangat untuk mengajar di tengah situasi sekolah yang hanya berdinding kayu, yang setiap kali hujan atapnya selalu bocor? Ternyata semangat ini berasal dari kepercayaan yang diberikan oleh Pak Harfan, Kepala Sekolah, yang langsung percaya kepada Bu Mus untuk menjadi guru di sekolahnya. Dan dengan kepercayaan itu, Bu Mus tetap memiliki passion untuk mengajar. Apalagi menjadi guru adalah mimpinya sejak kecil. Meksipun 2 bulan tidak menerima gaji, namun dari sedikit penghasilan yang diperolah Bu Mus hasil dari menerima jahitan, dia tetap bertahan di sekolah miskin yang berdampingan letaknya dengan sekolah elite, SD PN Timah.
Soal kepercayaan juga ditampilkan sewaktu Bu Mus mempercayai Mahar untuk mengkoordinir dan menentukan pertunjukkan yang ditampilkan sewaktu karnaval 17-an. Mahar yang memang menyukai bidang seni ini menjadi percaya diri dan terus berupaya mendapatkan ide untuk ikut karnaval tanpa biaya serupiahpun.
4. Kunci untuk mewujudkan mimpi: keyakinan (confidence) dan ketekunan (persistence)
Cerita Pak Harfan kepada kesepuluh muridnya tentang perjuangan tentara Islam melawan musuh, bukan jumlah tentara yang menyebabkan kemenangan, namun oleh keyakinan yang dilengkapi oleh :
5. Arti hidup yang sesungguhnya: memberi sebanyak-banyaknya
Ada ungkapan yang sering kita dengar: berikanlah dan engkau akan mendapatkan (kembali). Namun, ajaran yang diberikan oleh Pak Harfan kepada murid-murid yang tidak pernah memiliki seragam sekolah itu adalah: “Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya. Bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”.
6. Satu spirit menularkan spirit kepada orang lain
Saat Bu Mus sedang down karena kematian Pak Harfan, Pak Zulkarnaen menyemangatinya dengan spirit yang pernah diberikan oleh Pak Harfan kepadanya. Kembali Pak Zulkarnaen mengingatkan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak boleh ditutup, karena inilah satu-satunya sekolah yang bukan menggunakan pendekatan materi, kecerdasan tidak diukur dari angka, tetapi dengan hati.
Spirit yang pernah diperoleh/diterima bisa digunakan untuk membangkitkan semangat pada orang lain yang sedang putus asa. Demikian juga dengan positive beliefs, bisa kita internalisasi dan bisa menjadi motivasi internal untuk diri kita sendiri yang kelak juga dapat kita tularkan kepada orang lain.
Hmmm… sepertinya masih ada warna pelangi lain di film berdurasi 2 jam ini. Ada arti persahabatan. Ada kegirangan dan tawa bocah di tengah kondisi ekonomi yang serba minim. Ada jatuh cinta pada pandangan (kuku) pertama. Ada pesan dari ‘orang sakti’ di pulau terpencil yang menuliskan wangsit : Kalau mau pintar, belajar. Kalau mau berhasil, usaha!. Dan masih ada yang lainnya.
Dibawah ini soundtrack film Laskar Pelangi yang memiliki arti yang sangat dalam. Dinyanyikan oleh Nidji dengan judul yang sama dengan film dan novelnya: Laskar Pelangi.
mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa warnai bintang di jiwa
reff:
menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa cinta kita di dunia selamanya
cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
6 Responses for "Pelangi Dibalik Film Laskar Pelangi"
wah….kalo mba anna udah nonton dua kali, saya udah dua kali balik kanan. mati-matian nyesuein jadwal dengan suami biar bisa sama-sama pulang teng go, tapi masih juga kehabisan tiket, jangan-jangan gara-gara tiketnya udah diborong mba anna neh. he he he….
setuju, mba….emang film ini bangus banget. saya juga punya cita-cita beli CD originalnya buat koleksi, biar anakku bisa nonton juga. chie…..
btw ini toh bu, kesibukan barunya…..two tumb…!!!
sukses ya bu…..
Hi Mba Riris,
saya masih kepingin nonton lagi lho…
barusan teman SMA di Bali cerita, dia udah nonton 4 kali!!
wah..wah… baru kali ini ada film Indo layak ditonton berkali-kali.
Ayo Mba Riris, disempatin nonton, dan kalo beli tiket jangan terlalu mepet dgn jam tayang… ntar kehabisan atau dapat seat yg deretan depan
heheee blog ini salah satunya Mba, buat nyalurin hobby.
LF TCI tgl 7 Nov datang ya…
banyak yg kangen tuh
always wish u good luck
Anna
[...] jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi source: http://www.inspiratio.web.id/?p=91 Tulisan ini punya mbak Anna dari web diatas.mungkin bisa untuk tambah2 cerita tentang Laskar [...]
iya aku jg png beli DVD filmya entar klo udah kluar
[...] http://kilasberita.com/kb-review/film/14910-laskar-pelangi-hadapi-red-cliff-di-asian-film-awards-2009 http://www.kickandy.com/?ar_id=MTI0OA==&screen=2 http://www.inspiratio.web.id/?p=91 [...]
bagian akhir kenapa yang di sadikan kewajiban pemerintah (dlm UUD) saja, bukankah semua muslim di dalam rizqi yang diterimanya ada 2,5 % milik LINTANG !!!!!!!!!!!!!!
Leave a reply