Dimulai dari Angka Nol

Posted October 7th, 2008 by Anna

Mulai dari bulan Ramadhan sampai bulan pertama Syawal, media cetak dan elektronik disemarakkan oleh iklan maupun ucapan nuansa ibadah puasa dan saling maaf-memaafkan. Tanpa bermaksud berpromosi, salah satu iklan yang menarik buat saya adalah iklan-iklan dari PT. Pertamina. Iklan produk pelumas Pertamina yang menceritakan keiklasan dan kebaikan hati seorang pekerja (atau pemilik ya?) bengkel, menarik dan bermakna. Meskipun tidak memperdengarkan percakapan dari pemain iklan, hanya berlatar belakang lagu dari Opick, Cahaya Hati. Dan satu lagi, iklan SPBU Pertamina Pasti Pas menurut saya adalah yang paling menarik.

 

Jika saya menuliskan kalimat pertama ini : “Dimulai dari angka nol ya Pak…”

Brand awareness kita pasti langsung mengaitkan dengan SPBU Pertamina Pasti Pas. Karena kalimat ini menjadi salah satu SOP (Standar Operational Procedure) bagi petugas Pertamina Pasti Pas ketika melayani pengisian BBM konsumennya.

Kalimat ini muncul di tayangan iklan SPBU Pertamina Pasti Pas bulan Ramadhan.

 

Iklan ini berlanjut. Ketika Lebaran tiba, sequence pertama iklan di bulan Ramadhan ini dilanjutkan dengan iklan berikutnya yang selain berisi kalimat pertama diatas, juga berisikan kalimat kedua : “Dimulai dari nol lagi ya…”

sekarang kalimat tersebut diucapkan oleh konsumen SPBU Pertamina Pasti Pas yang teringat dengan kejadian sewaktu ia marah di bulan Ramadhan. Awalnya, konsumen itu marah kepada orang yang sedang ia telepon, dan berimbas kemarahannya kepada petugas SPBU Pertamina Pasti Pas yang selalu menyapanya dengan keramahan.

Sepertinya tidak salah jika saya mengartikan kalimat kedua ini adalah ungkapan maaf dari konsumen kepada petugas SPBU Pertamina Pasti Pas yang melayaninya.

 

Kemarin, saya mengatakan kalimat kedua ini kepada rekan kerja senior saya dalam percakapan bernuansa liburan Lebaran dan maaf lahir-bathin. Rekan saya menanggapi: “wah, kalau dimulai dari nol lagi, berarti boleh lagi dong berbuat kesalahan J” Tidak salah juga sih tanggapan bernada humor ini. Tapi maksud sesungguhnya bukan untuk memulai berbuat salah, melainkan untuk memulai lagi interaksi yang selalu diupayakan untuk menghindari kesalahan.

Hmm…. apa saja ya arti angka 0 ini?

 

Angka nol dalam pertandingan olah raga

Skor 0-0 yang diucapkan wasit ketiga pertandingan tinju, sepakbola, badminton, voli, dll mengindikasikan kedudukan awal tim yang bertanding. Pemain akan memulai menunjukkan kemampuannya untuk menjalani pertandingan, sekaligus mengupayakan yang terbaik untuk mengalahkan lawannya. Sampai batas waktu pertandingan berakhir, hanya di dalam pertandingan sepakbola, masih ada kemungkinan pertandingan berakhir dengan 0-0, ketika belum satupun goal tercetak. Dan tetap saja angka 0-0 ini bukan akhir dari pertandingan yang sesungguhnya. Pertandingan dengan akhir skor 0-0 akan dilanjutkan lagi di jadual yang lainnya, sampai dengan ada tim yang berstatus pemenang.

Angka 0 dalam pertandingan olah raga adalah awal dari sebuah permainan. Bagaimana pemain menunjukkan kemampuannya, adalah upayanya untuk mengubah angka 0 menjadi 1, sampai dengan angka tertentu dari batas tiap pertandingan olahraga.

 

Angka nol dalam alat ukur

Dalam timbangan, speedometer, stopwatch, termometer, dan alat ukur lainnya, angka 0 adalah kondisi tanpa beban (dalam timbangan), tanpa kecepatan (dalam speedometer), tanpa durasi waktu (dalam stopwatch), tanpa panas (dalam termometer). Titik 0 yang adalah titik awal untuk mengukur berapa berat, derajat dan durasi dari benda yang diukur atau dari kecepatan yang digunakan.

Angka 0 dalam alat ukur juga menunjukkan kevalidan alat ukur itu. Setiap kita hendak menimbang beratnya sebuah benda, pasti di awal kita memastikan dahulu apakah petunjuk pada timbangan menunjukkan angka 0. Kalau tidak menunjukkan angka 0 berarti alat tersebut dianggap tidak layak untuk digunakan. Atau diupayakan pembetulan agar petunjuk pada alat ukur itu berada di posisi 0 sebelum digunakan sesuai fungsinya.

 

Angka nol dalam ujian atau kuis

Bagi yang pernah mendapatkan angka 0 dalam ujian pasti akan tersenyum dengan tulisan ini. Saya sendiri juga tersenyum kok. Cuma, bukan mendapatkan 0 bulat, tapi nyaris 0. Untung bukan ulangan caturwulan, hanya semacam kuis saja.

Sudah menjadi kesepakatan universal, bahwa jawaban yang salah dalam sebuah ujian atau kuis bernilai 0 dan jawaban yang benar bernilai 1 (kadang juga 5, 10 atau 100).

Apa artinya angka 0 disini? Artinya kita masih salah, kita tidak memberikan jawaban yang benar, bisa jadi kita kalah cepat dalam memberikan jawaban yang sama benar (dalam sebuah kuis) dan most of all, kita menjadi tahu bahwa kita perlu belajar lagi!

 

Masih banyak lagi arti angka 0 dalam kehidupan ini. Dan angka 0 ini sungguh berarti. Tanpa angka 0 tidak akan ada angka 1, 2, 3… bukan?

Bagi saya, dalam hidup ini angka 0 adalah awal sebuah perjalanan, awal sebuah kisah, awal sebuah upaya. Bagaimana mengisi perjalan, kisah dan upaya ini adalah sejauh bagaimana kita mau memberi arti, sikap dan nilai dalam perjalanan, kisah dan upaya itu.

 

Sungguh indah terdengar bahwa :

  • Hari raya Idul Fitri yang berarti kemenangan melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan
  • hari Raya Paskah yang berarti kemenangan melawan (penyebab) maut (dalam hidup) dan kebiasaan, sifat yang buruk
  • hari raya Galungan yang adalah kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan)

kita kembali menjadi bersih, kembali suci dan kembali ke angka 0 untuk memulai lagi cerita kehidupan berikutnya…. dan menutup lembar lama yang akan menjadi cerita untuk dikenang dan dimaknai dengan sebuah pembelajaran dan pengalaman.

 

 

 

3 Responses to “Dimulai dari Angka Nol”

  1. dhoni

    Kulonuwun mampir, Mbak.

    Angka nol jika hadir berurutan merupakan kelipatan, mbak. Jauh berlipat makin kecil, atau jauh makin besar ex. 0.01 | 0.001 | dst. atau 10 | 100 | dst. Mungkin filosofinya dibuat demikian…angka nol melipatgandakan hasil dari upaya yang kita pilih dalam menyikapi sesuatu. Ketika kita menyikapi sesuatu dengan cara-upaya salah, maka hasil kesalahannya pun berlipat, demikian sebaliknya.

    Menarik juga berfilosofi ternyata. Thanks anyway.

  2. Anna

    Monggo Mas Dhoni,
    Thanks udah nambahin 1 lagi arti angka 0
    Kalau dari segi ekonomi, semakin banyak angka 0 semakin diminati ya… banyaknya angka 0 di Rp itu lho setelah ada angka 1-9 di depannya, asal bukan Rp 0!! :)

    Suka liat MTGW juga yach?
    Kapan2 saya mampir di http://dhodotes.com ya… tadi udah liat sekilas.

    Have an inspiring day.

  3. agus

    Wah…bagus..tuh, ada tambahan nih… Nol membuat bilangan tidak berarti atau makiiin berarti, siapa yang bisa begitu…?, hanya yang Maha Kuasa lah yang dapat membuat begitu …coba semua bilangan kalikan dengan Nol maka hasilnya pasti Nol dan sebaliknya coba dibagi dengan Nol maka hasilnya tak terhingga itulah Nol simbul Kekuasaan. Hidup adalah dari Nol menuju Nol …itulah tempat kembali.Hanya dengan kasihNYa kita dapat mengisi setelah angka Nol dengan perbuatan yang berarti / mempunyai nilai yang baik bagi diri kita sendiri atau orang lain …sampai kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi ( Nol kembali di sisiNya ).

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>