Andai Hidup Tanpa Koma

Posted March 23rd, 2016 by Anna

DSC_7362Pernahkah Anda membaca pesan tertulis, berita atau tulisan yang cukup panjang tanpa tanda koma (,)? Anda tentu membacanya terus menerus, bisa jadi sambil terengah-engah. Anda baru berhenti ketika menemukan tanda titik. Titik berarti selesai, berhenti. Dalam wikipedia, tanda titik dalam hal tipografi artinya full-stop.

Tanda koma menurut wikipedia, umumnya dipakai sebagai pemisah. Menurut Oxford English Dictionary, kata ini berasal dari bahasa Yunani: komma (κόμμα), yang berarti sesuatu yang dipotong atau klausa pendek. Ketika menemukan tanda koma dalam kalimat, kita akan berhenti sejenak. Bisa jadi hanya berhenti sedetik atau sepersekian detik, kemudian kita melanjutkan kalimat selanjutnya.

Jika kehidupan kita ibaratkan sebagai kalimat yang panjang, bahkan sangat panjang dan kalimat tersebut tanpa koma, seperti apa ya? Bayangkan kita menjalani rutinitas dan aktivitas sepanjang hari. Ini dilakukan terus menerus setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun. Kita mengambil jeda hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, yaitu tidur dan istirahat saja. Seminggu, sebulan, beberapa bulan dengan rutinitas seperti ini masih bisa kita jalani. Namun apakah kita sanggup menjalani rutinitas ini selama setahun, bahkan beberapa tahun?

Hidup dengan koma, berarti kita berhenti sejenak. Bukan hanya secara fisik berhenti dari aktivitas namun pikiran masih bekerja memikirkan aktivitas yang ditinggalkan. Berhenti sejenak adalah untuk melakukan evaluasi. Berhenti sejenak adalah untuk memutar kembali film yang barusan kita jalani perannya. Berhenti sejenak adalah untuk merasakan nikmat atas apa yang sudah kita alami. Berhenti sejenak adalah untuk merasakan campur tangan dan kendali Tuhan dalam kehidupan.

Bagaimana bentuk dari berhenti sejenak tersebut? Ada banyak yang bisa dilakukan sembari kita berhenti sejenak. Kita bisa bertanya kepada pasangan kita, apa saja yang sikap dan sifat kita yang mengganggu pasangan kita. Kita bisa bertanya kepada anak kita, apakah sebagai orang tua kita sudah menjalankan peran dengan baik. Kita bisa bertanya kepada teman kita, apakah kita sudah memberikan pengaruh positif kepada teman kita. Kita bisa bertanya kepada atasan kita, kompetensi apa saja yang sudah mendukung penyelesaian tugas kita. Kompetensi apa lagi yang perlu kita upayakan. Kita bisa bertanya kepada bawahan kita, apakah kita seorang pemimpin yang baik. Jangan-jangan karena terlalu asyik dengan rutinitas, kita menganggap semuanya baik-baik saja. Karena tidak ada keluhan yang tersampaikan, kita menganggap kita sudah benar. Bisa jadi, pasangan kita sebenarnya jengkel dengan salah satu kebiasaan kita. Bisa jadi anak kita tidak suka kita terlalu protektif. Mungkin saja teman kita dongkol karena kita tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Mungkin saja atasan kita ingin mengoptimalkan kemampuan kita namun ada sifat kita yang tidak mendukung. Mungkin juga bawahan kita bergosip ke rekannya kalau selama ini pemimpinnya tidak humanis.

Bentuk koma dalam kehidupan yang lainnya adalah mengambil waktu untuk merasakan nikmat yang diberikan Tuhan. Seandainya napas kita berhenti mendadak. Seandainya kaki atau tangan kita tidak berfungsi secara tiba-tiba. Atau seandaikan kita diberikan sakit parah sehingga kita hanya bisa berbaring dengan rintihan rasa sakit. Apa jadinya semua rencana akan masa depan jika tanpa ijin dari Tuhan?

Apa yang kita peroleh jika kita berhenti sejenak, melakukan evaluasi dan memberikan apresiasi? Banyak sekali manfaatnya. Kita bisa menjadi manusia yang lebih baik. Kita akan terus belajar, bahkan belajar dari kesalahan yang kadang tidak kita sadari. Kita tidak lagi selalu merasa benar. Kita menjadi lebih peka dengan lingkungan sekitar. Kita menjadi tahu langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya.

Jangan biarkan hidup ini tanpa tanda koma. Jangan biarkan hidup tanpa jeda hingga akhirnya kita hanya sampai pada tanda titik kehidupan. Berhentilah sejenak. Evaluasilah kehidupan kita. Syukurilah dan apresiasi setiap langkah kecil dan usaha kita. Berterimakasihlah atas setiap peranan Tuhan dalam kehidupan ini. Berhentilah sejenak untuk membuat langkah yang lebih besar. Tentunya langkah yang lebih baik.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>