Tukang Kunci

Posted May 23rd, 2014 by Anna

Suatu malam, seorang Ibu mengendarai mobilnya keluar perumahan. Ibu ini hendak ke apotek. Anak si Ibu sedang sakit, badannya panas dan menggigil. Ibu ini akan membelikan obat untuk sang anak. Jarak antara rumah dan apotek terdekat kira-kira empat kilometer jauhnya.

Saat di mobil, tiba-tiba handphone si Ibu ini berdering. Dari layar handphone terlihat nama si penelepon, yaitu pembantu yang sedang menjaga anaknya. ”Ibu… cepat Ibu… si Adek semakin panas badannya!!”. Mendengar laporan dari pembantunya, si Ibu tambah menaikkan kecepatan mobilnya, sampai akhirnya ia sampai di apotek yang dituju.

Segera setelah mendapatkan obat yang diresepkan dokter anaknya, si Ibu bergegas kembali ke mobilnya. Dan terkejutlah ia….. ”Astaga!! Mobilku terkunci dari dalam dan kuncinya ada di dalam mobil”. Rupanya karena Ibu ini buru-buru, ia lupa mengambil kunci mobil sehingga secara otomatis pintu mobil terkunci setelah ditinggal beberapa saat.

”Celaka ini!! Aku haru buru-buru pulang ke rumah dan memberikan obat ini untuk anakku! Bagaimana ini, siapa yang bisa menolongku??,” si Ibu kian panik. Ia melihat sekitarnya tidak ada satu orangpun yang keliatannya bisa dimintai tolong.

Tak lama, keluarlah seorang lelaki dari mobil yang diparkir sekitar 50 meter jaraknya dari mobil Ibu ini. Badan lelaki ini tinggi besar dan wajahnya kelihatan tidak bersahabat. Si Ibu melihat lelaki itu. Tidak terbesit ketakutan di wajah Ibu, yang ia pikirkan hanyalah bantuan untuk membukakan pintu mobilnya.

”Ada apa Ibu? Ibu nampak cemas sekali,” dengan suara yang berat si lelaki kekar ini menyapa Ibu. ”Ini Pak, mobil saya terkunci dan kuncinya ada di dalam mobil. Apakah Bapak bisa menolong saya?” Seolah mendapatkan secercah harapan, Ibu ini berharap lelaki dengan banyak tato di tangannya bisa menolongnya.

”Oh… baik Bu, sepertinya saya bisa.” Lelaki itu langsung alat dari saku celananya dan mengutak atik pintu mobil. Tidak sampai satu menit pintu mobil berhasil dibuka. Betapa girangnya hati si Ibu.

”Terimakasih Pak, terima kasih banyak. Bapak sangat membantu saya. Saya bisa pulang sekarang”. Saking girangnya Ibu ini menyalami lelaki kekar itu dengan kedua tangannya.

”Boleh tahu, Bapak ini siapa ya kok pintar sekali membuka pintu mobil yang terkunci dari dalam?”. ”Oooh… ini memang pekerjaan saya Bu. Saya seorang pembobol pintu mobil. Saya sering membobol pintu mobil di parkiran mal-mal. Saya barusan keluar dari penjaran karena perbuatan yang saya buat, yaitu membobol mobil di mal”. Dengan santai lelaki tersebut menjelaskan siapa dirinya dan segera ia berlalu dari Ibu ini.

Si Ibu hanya bisa terbengong-bengong mendengar penjelasan Bapak tadi. Segera ia mengemudikan mobilnya menuju rumah. Di perjalanan si Ibu ini bergumam…. ”Tuhan terima kasih, Engkau telah menolongku dari kesulitan. Engkau mengutus seorang yang bisa membantuku membuka pintu mobil. Bahkan Engkau mengutus seorang yang profesional”.

Ibu ini sangat beruntung bisa bertemu dengan ”tukang kunci”  pintu mobil. Namun tidak demikian dengan pemilik mobil di mal yang mobilnya dibobol dan barang-barang di dalam mobil terkuras. Tuhan telah menolong Ibu ini, dengan mengirim orang yang tidak pernah terduga sekalipun.         

*Diceritakan kembali dari metafora dalam sebuah homili misa minggu sore 18 Mei 2014.

                                                                                                  

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>