Inspire people to succeed
Suatu hari, seorang wanita muda datang ke seorang konselor. Wanita itu tidak sanggup lagi menghadapi cobaan yang ia hadapi. Ia menceritakan semua beban masalahnya, berharap si konselor dapat membantunya memecahkan masalah yang menghantuinya saat ini.
Singkat cerita, masalah yang dialami wanita muda itu adalah intimidasi, teror dan tekanan yang ia terima, baik melalui sms, e-mail maupun telpon. Suami wanita muda itu baru saja memecat sekretarisnya, karena terbukti melakukan penggelapan uang kantor. Selama ini si sekretaris dianggap jujur dan dapat diandalkan, namun karena terbukti melakukan kesalahan yang dikategorikan pelanggaran berat di kantornya, akhirnya PHK adalah satu-satunya pilihan untuk memberikan punishment. Si sekretaris ini tidak bisa melawan ketika vonis PHK menghampirinya. Namun, karena masih dendam dan tidak menyangka kalau atasannya akan bertindak tegas dan langsung mem-PHK, kemudian ia melakukan teror kepada istri atasannya.
Kepada si konselor, wanita muda ini sudah tidak tahan lagi dengan segala teror dan tekanan yang ia hadapi. Dan semuanya ini ia simpan sendiri, tidak pernah sekalipun diceritakan kepada suaminya. Menurutnya, jika ia ceritakan kepada suaminya, hal ini akan menambah beban pikiran dan bisa mengganggu konsentrasi kerjanya. Mulai dari cacian, umpatan, gosip negatif tentang suaminya hampir memenuhi isi sms dan e-mail. Belum lagi telpon yang masuk ke handphonenya, dengan nomer yang berbeda-beda sehingga sulit dideteksi yang mana telpon yang berisi teror dan makian itu.
“Apa yang harus saya lakukan, saya sudah tidak tahan lagi,” demikian wanita muda itu melanjutkan curahan hatinya kepada si konselor, “selama ini saya kan tidak ikut campur dalam keputusan PHK itu, tapi kenapa saya yang kena imbasnya? Apa salah saya?”
“Ibu, apakah Ibu menanam pohon mangga di rumah Ibu?”, tanya si konselor.
“Tidak. Saya tidak menamam pohon mangga. Halaman di rumah saya sempit, sehingga saya hanya menanaminya dengan tamanan berbunga yang tidak terlalu besar.”
“Tapi, Ibu pernah kan mendapatkan buah mangga? Entah diberikan oleh orang lain sebagai hadiah atau oleh-oleh?”
”Oya, pernah, sering malahan. Saudara saya memiliki kebun mangga dan tiap kali panen, ia selalu mengirimkannya kepada saya.”
”Hmmm… berarti Ibu tidak menanam mangga, tapi Ibu mendapatkan buah mangga. Ibu tidak ikut merawat, memberi pupuk, memberi air pada pohon mangga itu, tapi Ibu bisa mendapatkan hasilnya bukan?”
”Iya benar sekali. Tidak perlu harus memiliki pohon mangga kan untuk bisa mendapatkan mangga itu?”, kali ini wanita muda terheran, kenapa masalahnya tidak dijawab, tetap si konselor malah menanyainya soal mangga.
”Itulah yang terjadi dalam hidup ini Bu. Seringkali kita tidak ikut terlibat dalam suatu masalah atau pengambilan keputusan, namun bisa saja kita kena dampaknya. Ibarat mangga tadi. Ibu tidak ikut menanam pohon mangga, tapi bisa mendapatkan buah mangga, dengan cara apapun, dengan alasan apapun. Tidak peduli siapa yang menanam pohon mangga, bagaimana ia merawat dan memelihara pohon mangga itu sehingga bisa menghasilkan buah mangga yang enak dan harum, tapi apa yang kita perlakukan terhadap buah mangga, itulah yang terpenting. Ketika mendapatkan buah mangga yang busuk, segeralah buang dan jangan sampai baunya yang busuk merusak aroma di ruangan rumah. Ketika mendapatkan buah mangga yang masih muda, simpanlah beberapa saat, tunggu sampai benar-benar ranum, kemudian nikmatilah. Dan ketika mendapatkan buah mangga yang ranum, segeralah hidangkan dan nikmatilah. Apa yang terjadi dalam hidup ini kadangkala adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui sebab dan alasannya”.
It’s not the matter of WHY , but HOW
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
4 Responses for "Masalah dan Buah Mangga"
saya suka pada pesan cerita tersebut.
trims
Untung baca tulisanmu ini An, disaat seperti ini…cerita ini bisa memberikan inspirasi buatku.
Semoga bermanfaat ya Ri
mgk udah lupa ya, via sms aku pernah ngasi perumpamaan yg mirip dgn metaphora penanam buah mangga ini
Leave a reply