Hari ini adalah hari Pahlawan. Hari ini menjadi lebih istimewa, meskipun saya tidak turut merayakannya dalam upacara atau memakai atribut tertentu yang mencirikan jaman perjuangan silam. Ya benar. Hari ini istimewa buat saya, karena ada tulisan yang ingin saya bagikan buat rekan-rekan semua. Tulisan tentang makna kata “pahlawan”.

 

Ehm, sebenarnya pahlawan itu artinya apa sih? Yuk kita lihat di wikipedia. Disana tertulis, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Tentu sangat mudah bagi kita untuk menyebut nama pahlawan di negara kita ini, disebut dengan Pahlawan nasional, yang sudah menunjukkan kepahlawanannya sesuai definisi diatas. Sebut saya Bung Tomo, Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, Cut Nya Dien, Teuku Umar, dan masih banyak lagi.

 

Selain makna harafiah kata pahlawan di wikipedia, saya juga mempunyai satu lagi makna kata pahlawan. Nah, ini dia nih inti ceritanya. Kali ini saya mendapatkannya dari lagu yang pernah menjadi hits di eranya, lagu yang dibawakan oleh Mariah Carey, berjudul Hero. Kita simak sebentar yuk beberapa lirik lagunya.

 

There’s a hero, if you look inside your heart

You don’t have to be afraid of what you are

There’s an answer, if you reach into your soul

And the sorrow that you know will melt away

 

And then a hero comes along, with the strenght to carry on

And you cast your fears aside and you know you can survive

So when you feel like hope is gone, look inside you and be strong

And you’ll finally see the truth that a hero lies in you

………………

 

Woow, there is a hero, if you look inside your heart? You will finally see the truth that a hero lies in you? So… the hero is inside you!! Sungguhkah??

Ya, kalau menyimak lirik lagu apik berjudul Hero, dalam diri kita ada pahlawan. Dalam diri kita ada orang yang berani membela kebenaran. Dalam diri kita ada orang yang kuat dan bisa membuat kita bertahan dalam setiap kekuatiran dan penderitaan. Orang itu adalah diri kita sendiri. Ya, dalam diri kita ada sosok pahlawan. Sosok yang jiwa, keberanian dan semangatnya sama seperti pahlawan yang ada dalam definisi tadi.

 

Jiwa kepahlawan ternyata sudah tersedia dalam diri kita. Meskipun terkadang masih tidur atau belum terbangkitkan. Itulah yang belakangan ini banyak diingatkan lewat berbagai teknik dan training pengembangan diri menuju keunggulan diri (self excelence). Teknik visualisasi, afirmasi, otosugesti, circle of excellence dan masih ada sederet teknik lain, banyak digunakan untuk “membangunkan” kembali jiwa kepahlawanan dalam diri kita.


Saya memiliki kisah nyata untuk dibagikan. Kisah sederhana ini adalah kisah rekan sekantor saya 9 tahun silam, yang kini saya temui kembali lewat fasilitas pertemanan dunia maya, Facebook. Atas ijin rekan saya tersebut dan niatan untuk membagikan cerita inspiratif menurut penilaian saya, saya cuplikan beberapa kalimat rekan yang mampir di kotak surat saya akhir Oktober kemarin. Sebut saja rekan saya itu bernama Iwan.

 

 

“ …… aku masih di YY (nama sebuah lembaga training). Di YY sendiri udah ada beberapa divisi termasuk rafting dan wisata. Aku orang no.2nya sekarang. Aku juga membantu beberapa teman yang mendirikan Outbound, supaya mereka berkembang. Di Surabaya ada KK (nama sebuah lembaga khusus outbound) yang sekarang pegang Hotel SG. Di Madiun ada KK (nama lembagai khusus outbound) (milik Perhutani Unit 2 Jatim, kantor gentengkali), Palawi Coban Rondo, aku sering di sewa untuk jadi Instruktur Outbound.

Tapi kalau nggak ada kamu waktu dulu, mungkin aku nggak tahu Outbound itu apa (Pelatihan di dlundung, trawas, sama di Gunung Tabor, masih inget kan?). Mungkin aku dulu orangnya kurang PD saja. Tapi bener setelah aku terjun total di Dunia Outbound dan melanglang Buana 1/3 wilayah Indonesia, mengubah segalanya tentang diirku? Model kerja yang aku impikan terealisasi, meskipun sekarang masih harus berjuang membesarkan usaha ini setelah diterpa badai ujian.” (inbox Facebook, 30 Oktober 2009)

 

Ini adalah kisah Iwan. Iwan bukanlah tokoh yang namanya sudah menasional. Iwan adalah rekan kerja saya yang pernah saya kenal dan terakhir saya berjumpa dia sekitar 5 tahun yang lalu. Kisahnya menarik perhatian saya, justru karena Iwan orang yang sederhana, bahkan jauh dari keinginan untuk menonjolkan diri.  Menurut saya ia sudah menemukan pahlawan dalam dirinya. Dia sudah mengubah rasa kurang percaya diri dalam dirinya menjadi keberanian untuk membuat skenario hidupnya menjadi lebih baik. Keberanian, perjuangan dan ketekunannya yang ada dalam sosok pahlawan sudah bisa ia temukan dan sekarang ia sangat menikmati dunianya dan akan terus melanjutkan perjalanan dan perjuangannya.

 

Yuk kita cari, kita temukan dan kita kembangkan sosok pahlawan yang telah ada dalam diri kita.

 

Selamat memaknai hari pahlawan. Terimakasih para pahlawan Indonesia! Terima kasih atas perjuangan, keberanian dan semangat membara yang terus menginspirasi kami.

 

Soerabaja, 10 November 2009