Inspire people to succeed
Kalimat ”I go first” yang saya lihat di film Terminator Salvation, mengingatkan saya akan sesuatu. Ya, benar. Sekali lagi, ”I go first!”. Di film laga tersebut, kalimat ”I go first” diucapkan seorang wanita teman satu tim John Connor kepada Marcus Wright. Wanita itu memilih berjalan duluan melewati jalan yang penuh ranjau, saat melihat Marcus Wright nampak ragu-ragu.
Hmmm… apa yang saya ingat dengan kalimat ”I go first” ini ya? Yang akhirnya membuat ide untuk menulis dan membagikannya disini.
Kalimat ”I go first” ini mulai familiar bagi saya ketika mengikuti kelas training NLP beberapa bulan lalu. Lebih tepatnya, dalam training itu yang disebut adalah ”You Go First” yang mengingatkan seorang praktisi NLP untuk memulai melakukan aplikasi NLP pada dirinya sendiri sebelum meminta atau mengajak orang lain melakukannya. ”You” disini adalah kata ganti untuk praktisi NLP.
Aplikasi dari kalimat ini pasti tidak asing lagi untuk dilakukan. Dan saya pun yakin Anda semua pasti sudah pernah melakukannya. Bagi saya, kalimat ini sangat powerful. Ya, kalimat ini bisa mengingatkan saya untuk selalu ”go first”.
”I go first..”. ”I go first…” apa sih maksudnya??
Seorang teman yang ingin menekuni dunia training bertanya kepada saya, bagaimana membuat peserta bersemangat dan antusias mengikuti sesi training. Dan saya balik bertanya, apa yang sudah disiapkan untuk memicu peserta training agar bersemangat sejak di awal training. ”Saya belum menyiapkan apa-apa, makanya saya bertanya…”. ”Hehee… iya ya bener, makanya nanya. Kalau sudah tau sih gak usah nanya lagi.”
Kira-kira apa yang bisa dilakukan seorang trainer untuk membuat peserta antusias mengikuti sesi training? Tentu trainer itu harus melakukan sesuatu lebih dahulu, menularkan semangatnya, memancarkan ”aura” antusiasnya dan menyebarkannya ke seluruh peserta training. Dan semua itu dilakukan agar peserta training tertular dengan semangat dari si trainer. Bisa diprediksi, dari semangat yang sudah ditularkan dan diciptakan di awal training, akan terbawa sampai training berakhir.
Jarang sekali seluruh peserta training sudah memasang ’semangat mode on’ ketika training akan dimulai. Memang ada, satu dua peserta training yang memiliki ’inner motivation’ dan sangat antusias dengan kegiatan training. Tapi, ketika si trainer membuka training secara formal dan kaku, dan langsung asyik dengan materinya…. waaah, bisa jadi, yang sudah punya ’kemandirian dalam semangat’ akhirnya runtuh juga, karena trainernya ternyata memperhatikan apakah peserta trainingnya antusias atau tidak.
Trainer bisa ”go first” menebarkan semangat ketika memulai training, yang paling sederhana adalah dengan ekspresi wajah. That’s right! Trainer dengan ekspresi wajah sedih akan kesulitan membuat pesertanya antusias. Sebaliknya, ekspresi trainer yang semangat, ceria dan antusias akan menjadi modal utamanya untuk bisa mengajak peserta ikut semangat.
”Go first” selanjutnya bisa dilakukan dengan melakukan ice breaking. Mengajak peserta terlibat dalam kegiatan-kegiatan ringan di awal training, supaya peserta merasa lebih nyaman, lebih akrab satu dengan lainnya dan familiar dengan suasana training yang akan dilaluinya.
Pointnya adalah, kita, para trainer, harus memulai lebih dahulu. Memulai dari diri sendiri. Menciptakan ’aura’ penuh antusias dan semangat dalam dirinya dan menebarkannya kepada peserta training. Dan bisa diprediksi, ”go first” dari trainer ini akan membuat peserta tertarik mengikuti training. Tapi eeeitttss…. jangan lupa, ”go first” bukan hanya di awal training. Selama training berlangsung, disaat antusiasme peserta bisa naik turun, ”go first – go first” ini tetap perlu diciptakan terus dan terus sampai akhir training.
Aaah, itu tadi contoh di dunia training. Contoh di kehidupan sehari-hari apa nih?? Jawabannya: banyak sekali!
Mulai bangun tidur, jurus ”I go first” ini sudah bisa kita mulai. Memulai bangun tidur, meskipun hari ini ada agenda yang sangat padat, ada kasus-kasus yang harus diselesaikan di kantor, atau sederet masalah hari kemarin yang masih mengisi memori aktif kita, lakukanlah ”go first” dengan sebuah senyuman dan keyakinan bahwa hari ini adalah hari terbaik yang akan kita lewati. Banyak kisah yang sudah membuktikan hal ini. Lihat saja film The Secret atau teori Law of Attraction. Semuanya tercipta dari ”go first” yang kita mulai dari diri sendiri.
Contoh lain?? Meminta rekan kerja untuk menyelesaikan tugasnya hari ini, ”go first”lah dengan menunjukkan perhatian kita terhadap tugas tersebut. Bila perlu, selain mengingatkan rekan kerja, beri kalimat motivasi yang memicu rekan kerja tersebut untuk menyelesaikan tugasnya.
Contoh lain lagi?? hmmm… saya sudah ”go first” memberi beberapa contoh. Sekarang giliran ”you go”.. dan saya yakin Anda punya contoh lain yang mengingatkan Anda untuk ”stay go first”.
”I go first”…. ya, itu kalimat yang powerful dan inspiring buat saya. Begitu juga buat Anda kan?
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
3 Responses for "I Go First"
Maknyoos Na,
Menurut ku “I go first” bisa juga berarti kita aktif mengambil tanggung jawab bukan hanya menunggu diberikan tanggung jawab atao malah lari dari tanggung jawab
Salam,
Practice Turning Points
mbak Anna…
apa Kabar?? kapan melanjutkan Master?
“I GO FIRST”…iya kata2 itu begitu powerful untuk menyentuh dan mengkondisikan diri kita untuk mau Aktif dan trus aktif. Yups…kata gantinya untuk menyuruh diri kita sendiri, seperti yg mbak katakan adalah
“YOU GO FIRST”
kata2 ini perlu kita jadikan VIRUS PERUBAHAN yuk…
terutama untuk membunuh virus procascinating, a.k.a menunda-nunda.
so… I GO FIRST!!!
Halo Mas Febry,
sy sdh lanjut master, Januari kmrn
iya bener, kata2 ‘I GO FIRST’ ini bener2 powerful, bikin kita keep moving, keep doing, keep wanting
yuk berubah utk kebaikan..
salam “go first”
Leave a reply