Inspire people to succeed
Sore itu, Kakek baru saja menyelesaikan pekerjaannya membuat lemari kayu. Lemari kayu itu besok akan dikirim ke panti asuhan di Kalimantan yang terkena musibah banjir, bersamaan dengan perabot dan sumbangan lainnya seperti kursi, kursi roda, obat-obatan, selimut serta bahan makanan sumbangan dari warga sekitar perumahan. Sehari kemudian, Kakek panik karena kehilangan kacamatanya. Diingat-ingat kembali dimana ia menaruh kacamata terakhir kalinya. Berbagai sudut rumah ditelusurinya untuk menemukan kembali alat optik yang sangat penting buat Kakek ini. Akhirnya, sadarlah si Kakek bahwa terakhir kali ia menaruh kacamata di lemari buatannya yang kini sudah berada di panti asuhan di seberang pulau, yaitu Kalimantan.
“Duh Gusti. Aku ini kan sudah menghabiskan waktu, tenaga dan uang untuk membantu sesama yang berkesusahan. Kenapa sekarang aku yang susah karena kehilangan kacamata? Kenapa ya akhirnya seperti ini?,” Kakek ini mengomel, seolah menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpanya.
Selang tiga bulan kemudian, pengasuh panti asuhan korban banjir tersebut berkunjung ke warga perumahaan kami yang telah menyumbangkan bantuan kemanusiaan. Pengasuh panti asuhan itu menyatakan terimakasih atas bantuan yang telah diterimanya dan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup penghuni panti asuhan.
“Secara khusus saya berterimakasih atas bantuan kacamata yang dikirimkan bersamaan dengan bantuan yang lain. Sewaktu banjir menerjang kota kami, panti asuhan kami, beserta segala isinya turut porak poranda. Termasuk kacamata saya yang hilang tidak tahu kemana rimbanya. Sejak kehilangan kacamata, saya menjadi sakit kepala berkepanjangan. Saya dan keluarga terus berdoa agar diberi rejeki untuk membeli kacamata kembali. Dan kebetulan ada yang mengirimkannya bersamaan dengan sumbangan dari warga disini. Ajaib! Begitu saya coba pakai, ternyata ukurannya cocok buat saya. Sepertinya kacamata ini khusus dibikin buat saya. Terima kasih Tuhan, doa saja terjawab. Dan terima kasih khususnya buat warga disini yang telah menyumbangkannya,” ucap pengasuh panti asuhan dengan penuh haru.
Tentu saja warga di perusahaan tersebut terheran-heran, lantaran tidak ada yang merasa menyumbangkan kacamatanya. Namun, seorang Kakek yang duduk di sudut ruang pertemuan itu tertunduk sambil menahan air mata yang mengalir dari kedua matanya yang kini telah memakai kacamata baru. Kakek itu menyesal karena sempat menyalahkan Tuhan atas kejadian kehilangan kacamatanya.
“Mungkin ketika Tuhan mengunjungiku dan meminta kacamata itu, aku sedang tidak tidak berada di rumah dan tidak mendengar suara Tuhan,” kata Kakek dalam hati.
Kakek itu sekarang sangat bersyukur karena Tuhan telah memakainya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesusahannya.
Kadangkala sebuah peristiwa, meskipun nampaknya tidak menyenangkan, adalah kesempatan yang sudah diberikan kepada kita untuk memberi kebahagiaan yang sangat berarti pada orang lain. Kesempatan itu datang, dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
(ditulis ulang dari majalah Intisari edisi Januari 2009, halaman 192)
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
Leave a reply