Inspire people to succeed
Apakah Anda pernah mendengar singkatan TEKTB? Buat saya, istilah ini baru saya kenal seminggu yang lalu, ketika mengikuti kelas Master Practitioner NLP Training. Istilah TEKTB ini dimunculkan oleh Bapak Akhmad Sungkar, seorang psikiater kenamaan di Surabaya, yang sama-sama menjadi peserta training. Oleh Bapak yang senior, suka berbagi ilmu dan banyak pengalaman ini, istilah TEKTB menjadi populer dalam kegiatan selama 5 hari ini. apa sih TEKTB itu? Bagaimana kita memanfaatkan TEKTB untuk kebaikan banyak orang? Yuk kita simak bersama.
TEKTB singkatan dari Tidak Enak Kalau Tidak Begitu. TEKTB bermuasal dari sebuah kebiasaan. Diawali oleh persepsi, tindakan dan kemudian repetisi tindakan, munculah yang namanya kebiasaan atau pola. Dan bila kita tidak melakukan hal ini, ada yang terasa mengganjal dalam diri kita. Ada sesuatu yang seolah ‘hilang’ dan tidak klop. Dengan melakukan apa yang membuat kita merasa tidak enak tersebut, seolah kita mendapatkan suatu kepuasan. Dan kepuasan ini juga adalah persepsi kita.
Seperti apa sih TEKTB itu? Ada banyak fenomena TEKTB dalam kehidupan kita. Mereka yang memiliki kebiasaan seperti : marah, mengeluh, iri, bergunjing, mengkritik, mengomel adalah bagian dari TEKTB-nya. Tidak enak rasanya kalau mereka tidak melakukan hal-hal tersebut. TEKTB ini nampaknya otomotis tercetus begitu saja. Padahal TEKTB adalah hasil rancangan kita sendiri, yang sudah tersimpan dalam gudang alam bawah sadar kita. Perasaan tidak enak itu muncul dari persepsi kita sendiri, bukan? Semuanya sebenarnya adalah persepsi kita. Bukanlah reaksi kita sebenarnya bukan pada realitas eksternal, namun pada realitas internal dalam pikiran kita atau persepsi kita? Demikian juga TEKTB sesungguhnya adalah reaksi kita atas persepsi kita sendiri.
TEKTB tidak selalu berkonotasi negatif. TEKTB untuk hal-hal yang positif, diantaranya :
- senang jika hari ini berhasil menolong orang lain
- ada kepuasan jika telah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
- selalu tersenyum dan berusaha tetap tersenyum meskipun menghadapi hal yang buruk sekalipun
- mau menerima saran dan masukan untuk pengembangan diri
- menjadi pendengar yang baik
- dalam ujian, memilih berusaha sendiri meskipun mendapatkan nilai yang kurang memuaskan daripada mencotek hasil pekerjaan orang lain
sama dengan TEKTB lainnya, ada ada rasa yang tidak enak kalau hal-hal tersebut tidak dilakukan bagi mereka. Ya, itulah sistem kerja sebuah kebisaan. Ibarat sebuah program di komputer, TEKTB ini akan otomatis bekerja ketika kita memasukkan sebuah instruksi, inputan atau data.
TEKTB bisa kita ciptakan sendiri, bisa kita realisasikan sendiri dan kalau semuanya kita yang mengendalikan, tentunya soal TEKTB ini bisa kita atur untuk menghasilkan sesuatu yang positif dan ekologis. Bagaimana caranya?
1. Pilih satu TEKTB yang ingin anda install. Tentunya TEKTB baru yang bermanfaat buat ‘kesehatan jiwa’ kita sendiri dan ‘kesehatan lingkungan’ kita. Misalnya menghentikan kebiasaan mengeluh. Sebelumnya, Anda selalu mengeluh jika diberi pekerjaan tambahan atau jika mendapatkan kesulitan maka reaksi pertama Anda adalah mengeluh.
2. Ketahui manfaat dari TEKTB baru ini. What is it for me (WIIFM)? Semakin besar manfaat ini berhubungan dengan nilai hidup (values and beliefs) Anda, semakin besar kekuatan alasan Anda melakukan TEKTB. Misalnya Anda memiliki values untuk menyenangkan orang lain, maka manfaat yang dapat Anda rasakan dari TEKTB baru yaitu “dengan tidak mengeluh, maka saya dapat menyenangkan orang lain”. Bila Anda belum menemukan manfaat atau value ini, bisa lakukan langkah ke-3.
3. Ciptakan kondisi ‘akibat’ jika TEKTB ini dilakukan atau tidak dilakukan. Bentuk ‘akibat’ yang lain bisa berupa reward atau punishment. Untuk yang berbentuk reward, ada dorongan/toward untuk melakukannya. Untuk yang berbentuk punishment, kita akan menghindari (away from) agar terhindar dari punishment ini. silakan pilih salah satunya, boleh reward atau punishment. Dari contoh diatas, untuk menciptakan TEKTB tidak mengeluh :
- dalam bentuk reward : “jika saya tidak mengeluh dalam 1 hari ini, malamnya saya akan menikmati makanan kesukaan saya”
- dalam bentuk punishment : “jika saya mengeluh dalam 1 hari ini, maka saya akan mengurangi porsi makan saya”
Bentukan reward atau punishment ini sangat personal sifatnya. Ciptakan yang benar-benar powerful buat Anda dan yang Anda anggap relevan. Internalisasikan reward atau punishment ini.
4. Secara konsisten lakukan kebiasaan baru yang Anda install tersebut
5. Jika Anda merasa TEKTB yang baru diinstall ini kurang kuat pengaruhnya buat Anda, ubahlah formula ‘manfaat’ dan ‘akibat’nya buat Anda. Bisa jadi soal reward makanan kesukaan atau punishment mengurangi porsi makan ini kurang powerful karena buat Anda soal makanan tidaklah atau Anda tidak menemukan makanan apa yang dianggap sebagai makanan kesukaan.
6. Tidak ada pilihan lain, selain melakukan, melakukan dan melakukan TEKTB yang baru ini.
Sekarang Anda tahu kan, bagaimana proses terbentuknya TEKTB ini? coba cermati TEKTB Anda? Yang mana sajakah yang positif? Yang manakah yang perlu di-delete karena bersifat destruktif dan dis-empower? Dan TEKTB baru apa yang akan Anda ciptakan sekarang?
By the way, kenapa ya saya menulis soal TEKTB ini? Ternyata ada rasa tidak enak kalau saya tidak membagikan istilah baru yang powerful ini kepada orang lain. Sayang rasanya kalau TEKTB ini hanya tersimpan di memori tanpa ditularkan kepada orang lain. Dan kalau saya telah mendapatkan manfaat dengan menciptakan TEKTB yang positif, tentu Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama, bukan?
Special thanks for all training participant : Pak Bobby, Pak Fahmi, Bu Marga, Pak Markus, Pak Ronal, Pak Yumei, yang telah me-leading saya untuk menulis soal TEKTB ini
My respect to Pak Sungkar, the creator of the powerful TEKTB.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
7 Responses for "TEKTB (te e ka te be)"
Mbak Anna,
Salah satu powerful TEKTB mbak Anna yang paling saya kagumi dan menginspirasi diri saya untuk memodelingnya , adalah semangat kebiasaan beliau berbagi fantastis pengalaman-pengalamannya dalam mantapnya tulisan beliau di blog ini.
Tidak Enak Kalau Tidak Biasa membuka dan membaca blog mbak Anna .
Your TEKTB above , again inspiring me a lot mbak..
cheers
Marga de Quelyu
Luar Biasa tulisannya.
betul-betul TEKTB.
saya membayangkan mbak anna sangat ingin menuliskan lagi berbagai pengalaman saat training master kemarin.
Salam Smart
Dear Bu Marga & bro Ronal
thanks apresiasinya…
senang bisa kenal dgn rekan2 yg hebat di training kmrn
sukses selalu ya.. dan ingat icon TEKTB
“Tidak Enak Kalau Tidak Berkarya, Bersinergi, Berbagi…”
TEKTB ? bisa2 aja ya bikin istilah
Tapi bagus juga..
Aku coba download dan akan ku instal pada otakku, moga aja otakku tidak “heng”
Govi,
Inovasi Belajar Tiada Henti
Gak akan ‘heng’ kok Gov, kan balik lg ke TEKTB hehee
keep your ‘inovasi belajar tiapa henti’
Anna
saya kira apa tadi itu TEKTB…..he he he. Sangat inspiratif
Salam hangat
Wiwit from Jogja
thanks for sharing an useful article
Leave a reply