Inspire people to succeed
“Bu, saya dihipnotis lagi dong…”.
Demikian yang diucapkan salah satu peserta training, sewaktu saya mengakhiri sebuah sesi training di Pacet, Mojokerto. Kalimat ini menjadi kalimat yang sangat saya ingat, ketika saya melakukan sesi training terakhir di bulan Desember, sekaligus training terakhir menutup tahun 2009 kemarin.
Sebagian dari kita mungkin heran dengan kalimat tersebut. Sebagian lagi menganggapnya hal yang lumrah. Tapi bagi sebagian orang yang masih menganggap hipnotis dengan kesan yang buruk atau hanya merugikan pihak tertentu, jelas-jelas kalimat diatas bikin kita mencibir, ”…iiih kok mau sih dihipnotis?”
Lho, terus kenapa ya peserta tersebut meminta saya untuk menghipnotisnya?
Ada kata Hipnotis, ada juga Hipnosis. Sebelumnya, yuk kita clear-kan dulu, apa itu hipnotis dan hipnosis. Biar gak salah persepsi nih.