Inspire people to succeed
Kritik sering kali meninggalkan rasa tidak enak. Baik pada si pemberi kritik ataupun penerimanya. Itu sebabnya, kritik harus disampaikan dengan cara efektif agar tidak menjadi ajang pelampiasan ego si pengritik, atau malah melukai perasaan si penerima kritik.
Seni penyampaian kritik yang benar hendaknya berupa kritik membangun untuk menolong orang yang dikritik melakukan tugas dengan lebih baik. Saya yakin Anda pasti pernah dikritik dan mengeritik. Tapi setidaknya camkanlah maksud dari opini dibawah ini siapa tahu berguna nantinya.
(more…)
Pernahkah Anda diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan, namun Anda tetap mengatakan “YA” juga? Banyak dari kita melakukannya. Dan untuk beberapa orang, itu secara konsisten menjadi sumber stress atau tekanan.
Minggu ini, saya ingin membagikan satu pesan yang menjamin akan terus berulang. Ini adalah lima langkah sederhana, cara sederhana untuk mulai mengatakan ”TIDAK” untuk kesempatan, tanggung jawab, peristiwa dan orang-orang yang mana Anda tidak tertarik untuk terlibat didalamnya.
(more…)
Serangga yang satu ini berukuran kecil berwarna merah atau hitam. Serangga ini sangat cepat bergerak ketika mengerumuni makanan atau sisa makanan, yang berasa manis maupun tanpa rasa sekalipuan. Hampir tidak ada yang mengharapkan kehadirannya. Bahkan jika melihatnya sedang berjalan bak pasukan perang, dengan cepat pembasmi serangga disemprotkan untuk membunuhnya secara massal. Meskipun demikian, serangga ini juga pernah populer lewat lagu yang dinyanyikan artis cilik era 80-an, Melisa, dengan judul Semut Semut Kecil. Ya, dialah semut. Kebanyakan kita menganggap serangga yang satu ini adalah musuh kita. Namun dibalik ‘kenakalannya’, ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari perilaku semut ini.
Film Indonesia apa yang saya tonton 2 kali di bioskop?
Film Indonesia apa yang saya koleksi lengkap soundtracknya?
Film Indonesia apa yang saya promosikan kepada hampir setiap teman/rekan yang saya jumpai?
Sampai dengan hari ini, hanya ada 1 jawaban dari pertanyaan diatas. Film Laskar Pelangi. Dan 2 kata yang mewakili kesan saya tentang film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata itu : luar biasa!
…..
“Na, ketemuannya gak jadi hari ini (kamis), tapi diganti besok (jumat) malam”
“Lho, kok diganti?”
“Iya, Budi bilang, pertemuan jangan hari kamis malam, karena Anna punya pacar baru dan jadual kencannya tiap kamis malam”
“Haah…siapa ya?”
(saya langsung menebak, pasti ‘pacar baru’ itu nama salah satu selebriti atau tokoh publik. Tidak lain dan tidak bukan. Hanya saja saya belum bisa memastikan nama siapa yang bakal disebut)
Sekali lagi tentang kenangan pulau Bali, setelah tulisan tentang Keindahan Si Putri Cening Ayu. Saya sedang antusias ketika membuat tulisan ini. Betapa tidak? Ada begitu banyak perasaan di balik tulisan ini. Bahkan sejak 6 hari sebelum tulisan ini dibuat. Rasa heran, ‘wow experience’, kekaguman, pengalaman out of box… dan sepertinya masih ada daftar perasaan lainnya.
Mulai dari bulan Ramadhan sampai bulan pertama Syawal, media cetak dan elektronik disemarakkan oleh iklan maupun ucapan nuansa ibadah puasa dan saling maaf-memaafkan. Tanpa bermaksud berpromosi, salah satu iklan yang menarik buat saya adalah iklan-iklan dari PT. Pertamina. Iklan produk pelumas Pertamina yang menceritakan keiklasan dan kebaikan hati seorang pekerja (atau pemilik ya?) bengkel, menarik dan bermakna. Meskipun tidak memperdengarkan percakapan dari pemain iklan, hanya berlatar belakang lagu dari Opick, Cahaya Hati. Dan satu lagi, iklan SPBU Pertamina Pasti Pas menurut saya adalah yang paling menarik.
Jika saya menuliskan kalimat pertama ini : “Dimulai dari angka nol ya Pak…”
Brand awareness kita pasti langsung mengaitkan dengan SPBU Pertamina Pasti Pas. Karena kalimat ini menjadi salah satu SOP (Standar Operational Procedure) bagi petugas Pertamina Pasti Pas ketika melayani pengisian BBM konsumennya.
Kalimat ini muncul di tayangan iklan SPBU Pertamina Pasti Pas bulan Ramadhan.