Inspire people to succeed
Seorang pemuda yang mapan dan memiliki karir cemerlang di sebuah perusahaan, sedang duduk di kafe yang terbuka. Pemuda itu membaca majalan sambil menikmati secangkir kopi dan kue kecil sembari menunggu seorang temannya. Karena asyik membaca, tidak disadarinya ada seorang ibu yang mulai terlihat tua menghampirinya. Sekilas wajah Ibu ini nampak kotor, meskipun baju yang dipakai lumayan rapi. Spontan, pemuda itu kaget melihat kedatangan ibu dengan wajah memelas dan wajah yang kumal.
“Lho, ibu kenapa bisa ada disini? Ini kan masih area kafe!! Ini bukan tempat umum Bu. Apa Ibu tadi tidak ditegur pelayan kafe ini?,” kata pemuda ini dengan terkejutnya.
Di sebuah lapangan yang luas, segerombolan anak kecil sedang asyik bermain layangan. Firman dan Ilham salah satunya. Mereka baru saja hendak memulai bermain layangan. Firman membawa layangan berwarna biru, sedangkan layangan Ilham berwarna merah. Ini adalah pertama kalinya mereka bermain layanan di lapangan yang luas. Firman dan Ilham pun bersiap-siap menerbangkan layangan mereka.
“Wah… susah sekali nih layanganku belum juga naik. Anginnya sepertinya kurang bersahabat ya…,” kata Firman.
“Iyaaa… aku juga kesulitan menaikkan layanganku. Beberapa kali sempat naik eeeh terus jatuh lagi. Yuk kita ke sebelah sana… mungkin disana anginnya lebih bagus,” ajak Ilham.
”Nggak mau aah. Aku disini saja. Disini banyak teman-teman kita yang sudah berhasil menaikkan layangannya. Tuh lihat, tinggi sekali ya layangan mereka berlomba-lomba mencapai langit.”
Film Kung Fu Panda 2 sudah mulai ditayangkan. Meskipun belum menonton, saya percaya film ini jugamemiliki nilai-nilai inspiratif seperti film sekuel sebelumnya, Kung Fu Panda. Tiba-tiba saja saya teringat tulisan yang pernah saya bikin tentang Kung Fu ini. Yuk simak….
Pagi ini saya mendengar talkshow di salah satu radio terkemuka di kota kota Semarang. Pembicara talkshow adalah Anthony Dio Martin (Managing Director HR Excellency, www.hrexcellency.com) yang juga dikenal sebagai penulis buku best seller dan trainer sukses di Indonesia. Topik talkshow adalah tentang “Kung Fu Emosi”. Pak Anthony memang pakarnya topik emosi. Salah satu bukunya Emotional Quality Management pernah menjadi best seller.
Menarik sekali isi talkshow ini, meskipun saya cuma mendengarnya sekitar 15 menit. Bahasannya seputar esensi Kung Fu yang bisa diaplikasikan untuk mengelola emosi. Terinspirasi dari film Kung Fu Panda? Pasti iya. Toh dari film Kung Fu Panda banyak sekali pelajaran yang bisa kita peroleh.
Tulisan ini dibuat buat juga terinspirasi dari talkshow tersebut, yaitu esensi karakter Kung Fu untuk kehidupan kita.
Seorang teman lama (maksudnya, berteman sejak SMP sampai sekarang), menceritakan salah satu pengalamannya di kantor. Sebut saja namanya teman saya itu Melin (tanda diakhiri ‘da’ di namanya lho yaa heheee….). Melin menceritakan pengalamannya mengalami “bullying” di kantor tempatnya bekerja. Ups, apaan tuh bullying?
Bullying diartikan secara sederhana yaitu adanya tekanan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, menurut Budi Setiawan Muhammad, pakar psikologi UNAIR, ketua Divisi Riset dan Konsultasi LP3T UNAIR. Munculnya suatu dominasi interaksi seseorang untuk ‘menjatuhkan’ mental dan fisik orang lain, adalah salah satu praktek bullying. Saat Anda menghadap atasan Anda dengan perasaan was-was karena selalu saja Anda dimarahi dengan alasan tidak jelas, atau Anda mengetahui ada rekan yang membicarakan keburukan Anda di belakang, atau Anda tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan ide atas suatu proyek pekerjaan di kantor, saat itulah Anda menjadi korban bullying. Sebaliknya, mereka yang melakukan hal diatas, yang menyebabkan Anda tertekan, takut dan merasa kecewa, mereka adalah pelaku bullying. O..oow… serem juga ya. Tapi itu nyata dan terjadi!. Bullying bisa terjadi dimana saja. Bukan saja di kantor, bullying tanpa batasan bisa terjadi di sekolah, organisasi masyarakat, bahkan di keluarga. Nah… saat Anda membacanya sampai disini, saya yakin Anda sedang mengingat-ingat, apakah Anda pernah menjadi korban atau pelaku bullying. He..heee… benar kan?
Read the rest of this entry »
“Mbak, aku sumpek nih!”
“Hmmm…Trus kamu mau apa nih?”
“Ya keluar dari sumpek ini dong”
“Iya, pastilah itu. Maksud saya, kamu kepingin apa atau kepingin seperti apa nantinya?”
“Ya kepingin nggak sumpek aja”
“Nggak sumpek itu yang seperti apa sih?”
“Ya pokoknya nggak sumpek lagi Mbak… Mbak pernah ngerasain sumpek kan?”
“Ya pernah dong
“Trus Mbak ngapain aja waktu itu?”
“Nanti saya akan cerita, tapi jawab dulu dong pertanyaan tadi”
“Duh Mbak jadi bingung nih… kepingin apa ya aku ini?
…………………..
Suatu hari Michelangelo, salah seorang seniman ternama dari zaman Renaissance, melihat para pembantunya sedang mengangkat sebuah batu pualam yang besar untuk dibuang. Ia pun bertanya kepada mereka, “Akan kalian apakan batu itu?”. “Akan kami buang, Tuan,” jawab mereka. “Mengapa dibuang ?” tanya Michelangelo. Para tukang itu pun menjawab, “Batu ini sudah rusak, Tuan, tidak mungkin dipahat menjadi sebuah karya sehi lagi. Ia hanya bisa dijadikan bahan bangunan saja.”
Alkisah hiduplah seekor kura-kura bernama Yertle. Yertle adalah raja kura-kura di sebuah kolam yang aman dan damai. Setiap hari ia duduk di takhtanya, yakni sebuah batu di tengah kolam. Suatu saat ia berpikir, andai takhtanya lebih tinggi, tentu ia dapat melihat banyak hal yang indah di luar kolam.
Yertle pun mendapat akal. Ia lalu memerintahkan sembilan ekor kura-kura untuk saling menaiki punggung, sehingga tersusun tinggi ke atas. Lalu ia naik ke punggung kura-kura paling atas dan melihat pemandangan yang luas dari tempat tinggi. Woow..! Yertle melihat suatu pemandangan yang bagus. Lebih bagus daripada istananya di tengah kolam.
Alkisah di sebuah kerajaan, tinggallah seorang penasihat raja yang buruk rupa, namun sangat bijaksana. Raja selalu mendengarkan perkataan penasihat tersebut, sehingga sang ratu menjadi iri kepada penasihat itu. Raja seringkali mengabaikan pendapat sang ratu dan mengikuti saran dari penasihat yang buruk rupa ini. Lama kelamaan, sang ratu pun menjadi semakin iri hati. Ratu ini merasa bahwa si penasihat buruk rupa ini adalah penyihir yang membawa pengaruh buruk kepada raja dan kerajaannya.
Suatu kali, ditengah rasa iri yang semakin memuncak, ratu menjumpai penasihat yang buruk rupa ini. Di menghinanya sebagai manusia yang tidak berarti. Si penasihat hanya tersenyum menanggapi hinaan dan segala cacian dari sang ratu. Penasihat buruk rupa hanya berkata bahwa anggur kerajaan yang terbaik disimpan di dalam bejana tanah liat yang kelihatan kotor, sama seperti anggur petani di desa-desa.
Read the rest of this entry »
Sabtu siang waktu itu. Di suatu training yang berlokasi di sebuah gedung yang terbilang baru di Surabaya, saya berkesempatan membawakan topik tentang “Reading & Understanding People” sebagai salah satu materi training. Dan hampir di setiap training ketika topik ini saya bawakan, selalu saja ada peserta yang bertanya atau mengungkapkan statement seperti ini :
- Cocok nggak karakter A berpasangan dengan karakter B?
- Saya ini karakter C, kalau dari materi ini saya cocok kerjasama dengan karakter A, tapi kok sering nggak cocok ya
- Susah banget sih saya bisa mendekati teman saya yang punya karakter D?
- Ooh, pantesan saya gak cocok dengan atasannya saya, ternyata karakter kami berbeda jauh!
Pada suatu hari, seorang pengusaha jatuh miskin karena perusahaannya bangkrut akibat krisis ekonomi yang tengah melanda negaranya. Seisi rumah si pengusaha menderita karenanya. Mereka tidak lagi dapat hidup enak dan mewah seperti dulu. Kondisi telah berbalik 180 derajat. Suasana rumah tidak lagi hangat dan ceria. Wajah penghuni rumah selalu saja muram, lesu dan sesekali gurat-gurat kesedihan nampak jelas di wajah mereka.
Suatu sore, pengusaha dan ketiga anaknya pulang dari bepergian keluar rumah untuk menenangkan pikiran masing-masing. Sebelum masuk rumah, mereka sudah harap-harap cemas dan bertanya-tanya, makanan apa yang disediakan oleh Ibu mereka di meja makan.
Mereka memasuki rumah dengan berjalan perlahan-lahan. Sesampainya di ruang makan, alangkah terkejutnya mereka karena melihat di atas meja makan tersedia makan malam yang amat mewah dan lezat. Layaknya ada pesta besar saja. Melihat makan malam yang luar biasa, pengusaha itu memandang istrinya.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Dec | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||